Love Story
Kisah Cinta Kami
Tidak ada yang benar-benar kebetulan dalam sebuah pertemuan.
Semua telah tersusun indah oleh Allah SWT.
Kisah kami bermula di Pare, Kampung Inggris,
di masa-masa akhir kelas yang sederhana namun penuh cerita.
Sepulang dari Pare,
kami kembali menjalani kehidupan masing-masing.
Berbulan-bulan berlalu tanpa adanya hubungan yang istimewa,
hingga akhirnya kami kembali saling berkomunikasi
di tengah perjalanan hidup yang berbeda.
Saat itu,
kami sama-sama berada dalam fase kehidupan
yang tidak mudah.
Meski terpisah jarak,
kami mulai saling mendukung,
mendengarkan,
dan menguatkan satu sama lain.
Dari percakapan sederhana,
tumbuh rasa nyaman yang perlahan berubah menjadi kasih.
Hingga pada tanggal 4 April 2021,
kami memutuskan untuk memulai sebuah komitmen bersama.
Selama tiga tahun,
kami menjalani hubungan jarak jauh (LDR),
belajar menjaga kepercayaan,
menguatkan kesabaran,
dan saling meyakinkan di setiap langkah.
Hingga di tahun terakhir,
jarak yang dahulu memisahkan perlahan menjadi lebih dekat.
Kebersamaan yang dulu hanya sebatas doa dan layar,
akhirnya berubah menjadi nyata.
Dan satu tahun kemudian,
dengan penuh rasa syukur,
kami memutuskan untuk melangkah menuju ikatan suci pernikahan,
memulai perjalanan baru sebagai satu dalam cinta dan doa.
Tidak ada yang benar-benar kebetulan dalam sebuah pertemuan.
Semua telah tersusun indah oleh Allah SWT.
Kisah kami bermula di Pare, Kampung Inggris,
di masa-masa akhir kelas yang sederhana namun penuh cerita.
Sepulang dari Pare,
kami kembali menjalani kehidupan masing-masing.
Berbulan-bulan berlalu tanpa adanya hubungan yang istimewa,
hingga akhirnya kami kembali saling berkomunikasi
di tengah perjalanan hidup yang berbeda.
Saat itu,
kami sama-sama berada dalam fase kehidupan
yang tidak mudah.
Meski terpisah jarak,
kami mulai saling mendukung,
mendengarkan,
dan menguatkan satu sama lain.
Dari percakapan sederhana,
tumbuh rasa nyaman yang perlahan berubah menjadi kasih.
Hingga pada tanggal 4 April 2021,
kami memutuskan untuk memulai sebuah komitmen bersama.
Selama tiga tahun,
kami menjalani hubungan jarak jauh (LDR),
belajar menjaga kepercayaan,
menguatkan kesabaran,
dan saling meyakinkan di setiap langkah.
Hingga di tahun terakhir,
jarak yang dahulu memisahkan perlahan menjadi lebih dekat.
Kebersamaan yang dulu hanya sebatas doa dan layar,
akhirnya berubah menjadi nyata.
Dan satu tahun kemudian,
dengan penuh rasa syukur,
kami memutuskan untuk melangkah menuju ikatan suci pernikahan,
memulai perjalanan baru sebagai satu dalam cinta dan doa.