“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Kolose 3:14
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Kolose 3:14
Dengan penuh rasa syukur dan sukacita,
kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir
dan memberikan doa restu pada pernikahan putra-putri kami.
Putra Pertama dari
Bapak Ir. Pardin Simarmata
Ibu Bonaria Damanik, S.Kep
Putri Kedua dari
Bapak Pt. Ir. Nuah Berdikari Sinuraya
Ibu Farida Br. Tarigan
Jl. Abadi No.74, RW.78, Indra Kasih, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20221
Jl. H. Adam Malik No.66-68, Silalas, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20114
Bantu kami mempersiapkan acara yang aman dan jamuan yang hangat untuk anda semua dengan mengirimkan konfirmasi kehadiran melalui form berikut:
1060012131762
5230256375
Tahun 2014 menjadi awal kisah ini dimulai. Di SMA Negeri 2 Asrama Yayasan Soposurung Balige, kami—Asi dan Jemima—dipertemukan di kelas X – Alpha. Dari sekadar teman sekelas, perlahan-lahan percakapan kami tumbuh menjadi kebersamaan yang hangat. Hari demi hari, tawa dan cerita itu membuat hati kami saling mengenal lebih dalam, hingga pada 10 Agustus 2015, kami memutuskan untuk saling menjaga dan melangkah bersama sebagai sepasang kekasih.
Kami melewati indahnya masa remaja dengan penuh warna—manis, lucu, sekaligus penuh pelajaran. Namun, setiap perjalanan cinta punya ujiannya. Di tahun 2018, kami sempat berpisah. Meski begitu, waktu membuktikan bahwa hati yang tulus selalu menemukan jalannya. Dua tahun kemudian, di tahun 2020, kami kembali menyatukan cerita yang sempat terhenti, kini dengan hati yang lebih dewasa dan tekad yang lebih kuat.
Lalu, di tahun 2024, Asi memutuskan bahwa tak ada lagi alasan untuk menunda. Dengan dukungan penuh dari sahabat-sahabat angkatan Argentium, ia menyiapkan sebuah kejutan yang tak biasa. Dalam balutan permainan paintball, drama kecil diciptakan, dan di tengah keriuhan itu, Asi berlutut, memohon Jemima untuk menjadi pasangan hidupnya. Dan dengan senyum dan hati yang mantap, Jemima berkata, “Ya.”
Setelah restu kedua orang tua dan pembicaraan tentang hari baik, kami kini berdiri di titik ini—siap melangkah ke babak baru kehidupan. Dari teman sekelas, menjadi kekasih, lalu sahabat seumur hidup.
Kini, kami akan mengikat janji, bukan hanya untuk menjadi suami dan istri, tetapi juga teman hidup, pasangan hidup, dan sahabat hidup—selamanya.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i dapat bersedia hadir dan meberikan doá restu kepada kedua mampelai.