Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Qs Ar-Rum 21
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Qs Ar-Rum 21
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi Lamaran/Mappettuada kami
Putri Pertama dari
Bapak Ir. H. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM.
& Ibu Hj. Madianah, S.KM., M.Kes.
Putra Kedua dari
Bapak Andi Habil Dising Tiro, SE.
& Ibu Dahlia Haruna Rasyid, SE.
Jl. Bung Lr.8 No.11, Kec.Tamalanrea, Kel.Tamalanrea Jaya RT.003/001
Bantu kami mempersiapkan acara yang aman dan jamuan yang hangat untuk anda semua dengan mengirimkan konfirmasi kehadiran melalui form berikut:
Kami pertama kali dipertemukan pada 8 Oktober 2025. Sebuah tanggal yang tampak sederhana, namun justru menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak pernah kami duga. Saat itu kami masih dua orang asing, namun Allah sudah menuliskan kisah yang lebih indah dari apa pun yang bisa kami rencanakan.
Kami memulai semuanya dengan taaruf, sebuah proses yang penuh kehati-hatian dan niat baik. Tidak ada kata mudah sejak awal. Prosesnya berliku—ada keraguan, ada jarak, ada momen-momen ketika kami harus belajar meyakinkan diri dan saling meyakinkan bahwa ini bukan sekadar perasaan sesaat. Terkadang kami harus berhenti sejenak untuk menenangkan hati, memastikan semuanya berjalan dalam batas-batas syariat dan ridha-Nya.
Namun justru dari perjalanan yang tidak selalu mulus itulah kami menemukan banyak hal. Kami menemukan kecocokan yang datang perlahan tapi pasti. Kami merasakan nyaman, tenang, dan diterima apa adanya. Kami belajar saling membuka diri, menguatkan, dan memahami bahwa hubungan yang baik tidak selalu dimulai dengan kesempurnaan—tapi dengan niat yang lurus dan hati yang siap untuk tumbuh.
Dalam proses ini, kami melibatkan orang tua. Ada diskusi panjang, nasihat, pertimbangan, hingga akhirnya lahir restu yang membuat langkah kami semakin mantap. Restu orang tua dan doa mereka menjadi bagian paling penting yang menguatkan bahwa kami sedang menapaki jalan yang benar.
Dan tentu saja, semua yang terjadi bukan karena kami semata, tetapi karena ridha Allah yang memudahkan langkah-langkah yang sebelumnya terasa berat.
Hingga akhirnya, dengan hati yang yakin dan doa yang penuh harap, Atas Izin Allah SWT dan Restu Kedua Orang Tua, kami memutuskan untuk menikah. Menyempurnakan separuh agama, membangun rumah tangga yang lebih kuat dari sekadar rasa suka, yang Insya Allah Sakinah Mawaddah dan Warahmah.
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.