The Wedding Of

Constantin & Yulia

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

– Matius 19:6

The Wedding Of

Constantin & Yulia

Kepada Yth. Bapak/Ibu

The Wedding Of

Constantin

&

Yulia

11.04.2026

WhatsApp-Image-2025-09-27-at-00.35.16-1

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

– Matius 19:6

Bride & Groom

Dengan penuh sukacita dan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus,
kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir
dan memberikan doa restu pada pernikahan kami.

WhatsApp-Image-2025-10-01-at-22.17.192

Constantin Chisleag

Putra pertama dari Bapak Dumitru Chisleag dan Ibu Mihaela Chirica

edit-2

Yulia Ratna Dewi

Putri pertama dari Bapak Tommy Limantoro dan Ibu Maria Puspa Dewi

SET05063

It's Wedding Day

00
Days
00
Hours
00
Minutes
00
Seconds

Detail Event

Pemberkatan

Sabtu, 11 April 2026
10:00 – 12:00 PM
Episode Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Indonesia

Resepsi

Sabtu, 11 April 2026
17:00 – 19:00 PM
Manyar Ballroom, Episode Hotel Gading Serpong, Kab.Tangerang, Indonesia
:

Dresscode

Busana formal dengan warna bebas.
Mohon untuk tidak mengenakan batik.

RSVP

Silakan konfirmasi kehadiran Anda melalui tautan berikut:

Nama
Konfirmasi Kehadiran *
No WhatApps
Jumlah Tamu *
Jumlah Tamu *
Jumlah Tamu *
Jumlah Tamu *
Jumlah Tamu *
Jumlah Tamu *
Pilih Acara
doa & ucapan
No data Wishes

Love Story

Mereka bertemu di sebuah sudut tenang dunia maya, di sebuah aplikasi bernama Boo, tempat orang-orang dengan jiwa penasaran saling berpapasan. Awalnya tak ada harapan besar hanya percakapan ringan antara dua orang asing. Namun entah bagaimana, kata-kata itu terus terngiang. Bagi Yulia, dia terasa berbeda. Tidak seperti kebanyakan pria lain, dia lucu, pengertian, dan berpikiran terbuka, tapi tetap tahu batas. Ada kehangatan dalam caranya berbicara, tenang tapi tegas, lembut tapi jujur. Sementara bagi Constantin, Yulia punya sesuatu yang menenangkan: kekuatan lembut, ketulusan, dan tawa yang bisa menenangkan bahkan di tengah kekacauan. Dari situlah perjalanan mereka dimulai — sebuah hubungan jarak jauh antara Indonesia dan Inggris, dua dunia yang jauh namun terasa dekat di hati. Obrolan singkat berubah menjadi panggilan panjang, panggilan berubah menjadi kenangan, dan perlahan, cinta tumbuh diam-diam di antara jarak itu.

Namun cinta dari kejauhan tidak selalu mudah. Kadang mereka berbeda cara dalam menyampaikan sesuatu. Constantin yang blak-blakan dan tegas terhadap ketidakadilan, sementara Yulia lebih lembut dalam mengekspresikan diri. Ia tidak suka tempat ramai, sedangkan di Indonesia, keramaian adalah bagian dari kehidupan. Tapi setiap kali perbedaan muncul, mereka selalu memilih jalan yang sama — menenangkan diri dulu, lalu berbicara dari hati dan saling meminta maaf.

Di antara semua tantangan, ada juga momen hangat yang selalu membuat mereka tertawa bila diingat. Seperti saat mereka duduk di sofa, dan tiba-tiba melihat sesuatu berwarna hitam di bawah bantal. Constantin berusaha meraihnya, tapi Yulia refleks menariknya kembali dengan kasar. Constantin pun tertawa dan berkata, “Sekarang aku tahu, kalau ada sesuatu yang salah, kamu bisa langsung ambil alih — bahkan dengan sedikit ‘paksaan’.” Momen sederhana itu entah mengapa menjadi simbol kecil dari hubungan mereka: saling melindungi, saling menjaga, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.

Kini, cinta mereka telah menemukan rumah — bukan lagi di layar, tapi dalam rencana dan janji yang nyata. Pada 11 April 2026, mereka akan berdiri berdampingan, bukan lagi sebagai dua orang dari dunia yang berbeda, melainkan sebagai satu kisah yang berhasil melewati jarak dan waktu. Yulia bermimpi agar pernikahan ini menjadi yang terakhir, yang selamanya. Sebuah keluarga yang indah, tempat mereka bisa berbagi tawa dan air mata bersama. Constantin dulu tak suka bergantung pada siapa pun — tapi kini, bersama Yulia, ia menyadari bahwa ini bukan tentang bergantung, melainkan tentang memiliki tempat untuk pulang.

Dan begitulah mereka:
Dua insan yang belajar bahwa cinta tidak harus sempurna — cukup tulus, saling memaafkan, dan berani untuk tetap bertahan.

Dengan penuh sukacita, kami menantikan kehadiran dan doa restu Anda.
Tuhan memberkati.

Constantin & Yulia

SET05255-1
Audio Player