2023
Segalanya berawal dari sebuah konser musik di Bandung. Sebuah pertemuan yang tak disengaja, namun seperti sudah ditulis oleh semesta. Kami dikenalkan oleh Dinda — terima kasih Dinda, untuk momen kecil yang ternyata jadi awal dari segalanya.
Hari itu, Amel datang ke konser dengan niat menikmati musik, sedangkan Wawa… datang hanya untuk bertemu Amel. Ya, sesederhana dan sejujur itu. Sebuah niat yang diam-diam manis.
Namun setelah hari itu, waktu seolah memilih untuk memberi jeda. Selama empat bulan penuh, kami tidak pernah bertemu lagi, bahkan tidak berkomunikasi.
Lalu waktu kembali mempertemukan.
Perlahan tapi pasti, kami mulai berteman seperti biasa. Ada makan siang spontan, ada ngopi santai di sudut coffee shop. Tidak pernah terlalu direncanakan, tapi selalu terasa nyaman.
Dari momen-momen sederhana itu, kami mulai mengenal satu sama lain — bukan hanya apa yang tampak, tapi juga mimpi, nilai, dan arah hidup. Kami menyadari bahwa kami melihat dunia dengan cara yang hampir sama. Dan mungkin, ingin melangkah ke arah yang sama pula.
2024
Tahun ini menjadi babak yang berbeda. Tahun yang hangat dan penuh ketulusan. Wawa akhirnya menyampaikan niat baiknya — dengan keyakinan, dengan hati yang tulus, dan dengan harapan besar. Ia mengajak Amel untuk melangkah lebih serius.
Dan dengan hati yang mantap, kami bertunangan.
Bukan karena semuanya selalu sempurna, tapi karena kami yakin, dalam semua kekurangan dan kelebihan, kami ingin tumbuh bersama.
2025
Dan kini, tibalah kami di tahun yang paling kami tunggu-tunggu. Tahun yang penuh harap, cinta, dan rasa syukur.
Tahun kami akan menikah.
Kami akan mengikat janji, bukan hanya di hadapan keluarga dan sahabat, tapi juga di hadapan Tuhan. Janji untuk saling menjaga, tumbuh, dan menguatkan, dalam setiap musim kehidupan yang akan datang.
Kami tidak tahu seperti apa masa depan — tapi kami tahu, selama saling genggam dan saling percaya, kami akan baik-baik saja. Karena cinta bukan hanya tentang rasa, tapi tentang pilihan yang dipegang erat setiap hari.
Di 2025 ini, kami akan memulai rumah kecil kami — dengan tawa, doa, dan cinta yang kami rawat sejak pertama bertemu.
Bismillah untuk perjalanan panjang selanjutnya. Semoga selalu dalam ridha dan berkah-Nya✨