Asmaraloka
Tentang Bertahan
Terlalu panjang jika harus diceritakan dari awal. Karena cinta kami bukan tentang bagaimana semuanya dimulai namun tentang bagaima kami bertahan. Kami hanya dua insan biasa, yang ditakdirkan untuk saling menggenggam-melewati badai, menikmati pelangi. Hingga sampai dititik ini
Ujian dan Bukti
Ribuan tangis. Jutaan tawa.
Menjadi saksi bagaiman kata “yakin” terus kamu ucapkan untuk nenguatkan hati yang sempat rapuh. Bukan sekedar janji yang terucap, tapi langkah yang terus bergerak. Bukan hanya kata yang indah, namun doa dan pengorbanan yang nyata. Hingga pada suatu hari yang penuh haru, kami mempertemukan dua keluarga, menyatukan doa-doa dalam satu restu.
Takdir dan Keyakinan
Tidak selalu mudah.
Tidak selalu setenang yag terlihat.
Namun kami memilih percaya, bahwa Sang Maha Cinta tak pernah salah menuliskan takdir.Dengan segala harap, doa dan pasrah kami menati hari di mana sebuah janji suci akan terucap, mengikat dua jiwa dalam satu arah.